Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ragam

"Sexy Killer"

Oleh : Faizah Rukmini, S.Pd (Pemerhati Perempuan, Generasi & Keluarga) Baru-baru ini media dihebohkan dengan tayangan Film *Sexy Killer*. Yang didalamnya ditampakkan bagaimana SDAE negeri kita, Batu Bara di ekploitasi secara massif demi kepentingan para penguasa dan pengusaha kapitalis. Aktifitas eksploitasi bukan membawa untung namun realitasnya membawa bencana bagi ummat. Tentu bukan tidak sengaja kehadiran film ini memperlihatkan kenyataan bahwa sistem Sekuler Kapitalis telah menjadikan SDAE yang seharusnya menjadi milik Ummat, realitasnya dikuasai oleh segelintir orang, miris penguasa terlibat dan bersekongkol memberi peluang untuk meliberalisasi berbagai aset dan sumber daya Alam melalui berbagai kebijakan dan UU yang telah didesain oleh penjajah asing. Seperti UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara. Melalui investasi, privatisasi SDAE, Penguasa membuka keran untuk meliberalisasi kekayaan alamnya. Asing, Aseng berlomba-lomba mengeruk SDAE negeri kaum muslim...

KESEJAHTERAAN GURU DENGAN ZONASI GURU DAN P3K SOLUSIKAH?

Penulis: Desi Noviyanti (Guru Bimbingan dan konseling) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), belum berencana mengusulkan formasi perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan sebagai pengganti pegawai honorer kepada pemerintah pusat.Hal ini disebabkan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan atau BKPP Kabupaten Penajam Paser Utara belum mengusulkan formasi perekrutan P3K untuk tahap dua. Pendaftaran perekrutan pegawai pemerintah dangan perjanjian kerja tahap dua rencanannya dibuka April setelah pelaksanaan Pemilihan Umum atau Pemilu 2019. Pemkab PPU mewacanakan menyusun formulasi untuk P3K hal ini dilatar belakangin dengan terbitnya peraturan pemrintah (PP) No. 49 tahun 2018 tentang manajemen P3K pada 22 November lalu, dan dalam pasal 4 dijelaskan setiap instansi pemerintahan wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan P3K berdasarkan analisis beban kerja. Namun alih-alih menjadi solusi, hal ini...

Sistem Pemerintahan Islam

Oleh : Faizah Rukmini., S.Pd (Pemerhati Perempuan, Generasi & Keluarga) Kini sistem pemerintahan Islam yakni Khilafah, menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan lokal hingga dunia internasional. Penguasa, Kaum intelektual hingga kalangan masyarakat sipil. Mulai yang pro hingga yang kontra khilafah.  Di Indonesia, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan khilafah merupakan ajaran islam yang tak perlu ditakuti. Din menilai khilafah merupakan salah satu bagian dari ajaran islam yang berasal dari Alquran. ( https://m.kumparan.com/@ kumparannews/din-syamsuddin- khilafah-ajaran-islam-yang- tak-perlu-ditakuti- 1541244484755458588 ) Dilansir JawaPos.com – ‎Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono menuturkan, ada perbedaan mendasar di Pemilu kali ini dengan periode sebelumnya. Yakni, adanya pertarungan ideologi Pancasila melawan Khilafah. Bukan yang pertama kali, Begitu besarnya pengaruh kekuatan Khilafah dihadapan ideologi k...

TKA Marak, Pengangguran Meningkat

Oleh: Fath Astri Damayanti, S.Si (Pemerhati Lingkungan dan Politik) Dari tahun ke tahun, keterlibatan Tenaga Kerja Asing (TKA) di sejumlah perusahaan yang beroperasi di Berau, tak pernah sepi, meski jumlahnya menurun tapi tidak terlalu signifikan. Kasubsi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II, Tanjung Redeb, Oky Pergiwa mengatakan, pada tahun 2017, Imigrasi Tanjung Redeb yang secara administrasi kala itu juga masih membawahi Keimigrasian Kabupaten Bulungan, mencatat sebanyak 109 TKA yang bekerja di Berau dan Bulungan. Kehadiran TKA tersebut dari berbagai Negara, mayoritas pekerja asal Malaysia yang mencapai 49 orang. Sementara pada 2018 lalu, Bulungan tidak lagi di bawah administrasi Imigrasi Tanjung Redeb. Jumlah TKA di Berau tahun 2018 mencapai 64 orang. Hingga Februari 2019, jumlah TKA di Berau mencapai 61 orang yang bekerja di 10 perusahaan kelapa sawit dan batu bara, perusahaan pengelola pariwisata, serta 1 TKA pekerja pembangunan Mushala (pro...

Politisi sejati, itu aku..!!

Oleh: Muslimah_Pesisir Bisakah aku menyentuh akal dan perasannya? Bisakah aku tunjukan apa itu cinta pada mereka yg belum menikmatinya? Bisakah aku jelaskan serta ajarkan bangkit menjadi hamba-NYA? Bisakah aku gerak-kan manusia untuk kembali pada Titah Lillah yakni siap terapkan Syariah dan Khilafah..!! Dengannya aku perduli Denganya aku berdedikasi menjadi politisi sejati..!! Aku tau kuatku terbatas Aku tau Akalku terbatas Aku tau takutku terbatas Aku tau asa ku terbatas Aku tau usiaku pun terbatas Tapi aku pun tau bahwa aku bisa pecahkan batasnya Saat aku menjadi hamba yg ikhlas Berjuang segenap daya dan upaya Berjuang dalam kata dan nada bicara Berjuang dalam siang dan malam Berjuang dalam semua keadaan Untuk terus serukan kebenaran dan cegah kemaksiatan Berjuang tuk ingatkan juga pahamkan Bahwa hidup dan mati kita hanya untuk Allah semata Berjuang tuk teriakkan Apapun masalahnya islam solusinya Allah menunggu aksi nyata kita Dalam perjuangan mulia ...

Ilusi Pemberdayaan Perempuan Era Sekuler Kapitalis

Oleh : Faizah Rukmini., S.Pd (Pemerhati Perempuan, Generasi & Keluarga) Tanpa Kehidupan Islam dan tanpa penerapa syariat Islam kaffah, Problematika ummat tiada henti dan tiada solusi. Perempuan menjadi salah satu korban. Perempuan diberbagai belahan dunia, dari Barat hingga Timur mengalami berbagai persoalan kehidupan. Mulai dari kemiskinan, kriminal,kebodohan, prostitusi hingga merendahkan perempuan terjadi dimana-mana. Pemberdayaan perempuan dalam sistem kapitalisme diukur dengan nilai materi yang dihasilkan oleh perempuan.Sekulerisme mendesain perempuan agar berdaya secara ekonomi. Pemahaman sesat ditanamkan ke benak kaum perempuan,bahwa kesuksesan perempuan apabila menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, ketenaran,  semua diukur dengan materialisme. Perempuan menjadi faktor produksi berharga murah sekaligus menjadi target pasar produksi. Realitasnya dapat kita indra dengan meningkatnya program pemberdayaan perempuan dari aspek ekonomi, tingginya angka pekerja...

HARI WANITA DAN KEPILUANNYA

Kalilah adiba az zura (Guru SMK) Perempuan adalah mahluk yang spesial, karena spesialnya setiap apa yang di tubuhnya memilki nilai. Demikian sangking unuiknya pula wanita memilik daya magnet bagi kaum adam hingga pelaku industri. Sifatnya yang mudah tertarik pada kesenangan dunia, seringkali dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan untuk menyeret mereka ke dalam kubangan dosa. Berbalut manisnya madu kesetaraan gender, kaum hawa akan mudah tergerus pemikiran feminis. Fakta ini diperkuat dengan merasuknya paham-paham liberal seperti feminisme, hedonisme, dan sejenisnya. Bahkan untuk memperkuat ide itu, dunia internasional mengadakan peringatan setiap tahuanan yang bernama “International Women’s Day (IWD)”. Setiap tahun tema yang diusung dalam peringatan akbar ini berbeda-beda. Namun tak jauh-jauh dari tuntutan kesetaraan gender perempuan. Pada tahun ini, IWD mengususng tema “Balance for Better. Kapitalisme sebagai racun yang dibungkus dengan madu, inilah ungkapan yang cocok un...

Sekulerisme Liberal Akar Kekerasan Terhadap Perempuan

Oleh :Faizah Rukmini, S.Pd (Muslimah Peduli Generasi, Perempuan dan Keluarga~PPU) Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim mencatat dalam satu tahun, kekerasan seksual terhadap anak jumlahnya mencapai ratusan kasus. Data 2016 terjadi 130 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Kasus ini meningkat pada 2017 menjadi 242 kasus. Sedangkan 2018 ada 154 kasus.( kaltim.tribunnews.com ) Bukan rahasia lagi, kasus tindak kekerasan kerap terjadi, khususnya banyak dialami oleh perempuan. Semakin tingginya angka kekerasan bukan tanpa sebab. Kehidupan di era Sekulerisme ini meniscayakan berbagai tindakan kekerasan diberbagai lini kehidupan. Alasan ekonomi dan ketidakadilan kerap menjadi pemicu tindakan kekerasan. Adopsi nilai-nilai dan gaya hidup barat merupakan salah satu pemicu kekerasan terhadap keluarga. Perempuan menjadi objek kekerasan didunia kerja hingga dilingkungan keluarga. Perempuan dewasa hingga anak-anak. Kekerasan dalam rumah t...

HOAX

Oleh: Faizah Rukmini S.Pd (Pemerhati Sospol & Keluarga) Hoax  "Kebohongan" politik sekuler sudah lama, sejak Islam tidak lagi dijadikan standar dalam pengaturan sistem kehidupan manusia. Hoax menjadi santapan setiap hari rakyat. Hoax yang trus tampil dilayar media online dan offline menjadi alat ampuh menutupi keburukan dan kedzaliman politik sekuler. Bicara ingin memudahkan urusan rakyat nyatanya politik sekuler menyulitkan rakyat. Dihias dengan penuh citra dan kharisma berbalut kebohongan. Realitasnya tampak mengalami kemunduruan dalam berbagai bidang.Korupsi, Prostitusi, Kriminalisasi, Privatisasi dan kemaksiatan lain semakin komplikasi. Padahal Negeri-negeri muslim saat ini kaya akan sumber daya Alam dan manusia yang handal. Sekulerisme telah membawa kehancuran, para pemuja liberalisme pun semakin menjadi-jadi membuat kondisi negeri semakin memburuk. Memuja kebebasan, menjauhkan syariah islam ditengah ummat. Membendung arus kebangkitan islam dengan memboh...

Infrastruktur Rumit Bukan Prestasi, Biang Sekulerisme

Oleh : Faizah Rukmini,S.Pd (Pemerhati Sosial Politik & Keluarga) Di Era Milenial ini tidak dipungkiri bahwa pembangunan infrastruktur mengalami peningkatan yang signifikan. Di Indonesia beberapa kota besar memiliki infrastruktur yang memadai seperti jalan tol,kereta api, bandara. Bahkan beberapa program ebangunan infrastruktur sedang digalakkan dan akan dibangun di beberapa wilayah. Di Penajam Paser Utara, Pemerintah melakukan proyek kerja sama dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan. Walaupun terkesan terjadi peningkatan infrastruktur, disisi lain ternyata kondisi negeri ini sedang sekarat akibat hutang. Dilansir Jakarta, CNN Indonesia -- Utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Jumlahnya terus meroket dari tahun ke tahun, bahkan mencapai ribuan triliun. Berdasarkan data Kementerian BUMN, jumlah utang perusahaan-perusahaan pelat merah per September (unaudited)mencapai Rp5.271...

REZIM NEOLIBERAL MENIMBULKAN NEGARA YANG DI GAJI

Oleh : Desi Noviyanti S.Pd ( Guru BK) Pejabat adalah orang yang di pilih untuk memudahkan rakyat yang di pimpinnya, pemimpin di pilih agar mampu mengontrol sebuah istitusi bahkan negara agar tercipta ketenangan dan keteraturan. Tanpa pemimpin akan terjadi kekacauan atau ketidakjelasan orientasi dalam mengarahkan suatu yang dipimpinnya. Namun kepimpinan itu mulai pudar, tak kala orientasi kepimpinan untuk kepentingan bukan kepentingan sang maha kuasa. Akhir januari 2019 ini muncul fenomena hastag yang gaji kamu siapa.  Fenomena ini sungguh sangat memperihantinkan, bagaimana tidak seolah-olah ingin menunjukkan bahwa negeri ini milik seseorang, miliki kelompok, milik individu, tak sejengkalpun milik pihak lain, ibarat nya yang lain, menumpang. Cengkaraman itu begitu kuat sampai menjalar ke seluruh sendi kehidupan. Sehingga dengan mudahnya mengatakan hal seperti itu, disini terlihat letak gagalnya suatu negara dalam menjadi perisai mengurus rakyatnya. Paradigma sekulerisme ini ...