Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah

Salah Kelola Harta Berujung Kebinasaan

Oleh : Faizah Rukmini, S.Pd (Pengamat Sosial & Politik) Pada saat penaklukan Irak, kaum muslimin mendapatkan harta ghanimah (harta rampasan perang). Kemudian harta itu didatangkan kepada Khalifah Umar Bin Khattab. Pengurus Baitul Maal berkata," Biar aku masukkan ke Baitul Maal". Uman berkata , "Jangan. Demi Allah, harta itu tidak ditempatkan dibawah atap sebuah rumah pun hingga aku membagikannya". Harta itu kemuvdian diletakkan di masjid dan dijaga oleh beberapa sahabat. Saat para sahabat melihat tumpukan harta, belum pernah mereka melihat pemandangan harta sebanyak itu. Mereka melihat emas, permata,Zamrud dan mutiara saling berkilauan. Dengan harta yang melimpah itu, para sahabat beryukur dan bergembira. Namun berbeda dengan Khalifah Umar bin Khattab, beliau berkata "Aku, demi Allah, tidak sependapat dengan pendapatmu. Akan tetapi, tidaklah ini terjadi pada suatu kaum, kecuali keburukan mereka akan terjadi diantara mereka". Kemudian...

Pelakor dan Pebinor, Dapat Salam Dari Neraka…!!!

Oleh: (Quien izzy al-murqi sifarah_fakir yang ingin berbagi) Fenomena perebut suami/istri orang selalu menghiasi wajah media maya maupun nyata. Semakin hari isu pelakor semakin seksi diperbincangkan oleh seluruh kalangan. Hal ini terjadi karena kita masih belum mampu menemukan solusi praktis yang bisa menyelesaiakan masalah kejahatan sosial ini hingga tuntas. Padahal korban mereka sudah mulai berjatuhan dari ganguan sikis/mental hingga melayangnya nyawa seseorang yang tak bersalah demi memuaskan nafsu binatangnya. Lalu apa sebenarnya yang menjadi penyebab munculnya pelakor dan pebinor serta bagaimana penyelesaiannya secara total? Kita seharusnya menyengaja memikirkan hal ini secara mendalam dan cemerlang, sehingga kita menemui benang merahnya. Kita harus telanjangi masalah ini sampai ke akar-akarnya. Sehinga kita paham mana problem sebab, problem akibat dan mendapatkan solusi tuntas dari salah satu permasalahan yang meresahkan penduduk bumi. Penyebab munculnya penyimpangan so...

Bismillah, Aku bertemu Allah SWT…!!!

Oleh (Quien izzy al-murqi sifarah_fakir yang ingin berbagi) Ini adalah kisah nyata dari penulis yang telah lolos sensor untuk dikonsumsi public. Sebuah pencarian jati diri yang mengharu biru, menguras air mata dan menyesakkan logika. Dan harapannya para pembaca bisa mengambil hikmah terbaik dari segala hal yang baik didalamnya. Serta berkomitmen untuk menggejar “delay” atau ketertundaan, saat kita sedang dalam pencarian secara total dan menyeluruh untuk mengungkap segala hal dibalik penciptaan alam, manusia dan hidup serta keterkaitan ketiganya sebelum, saat dan setelah kehidupan ini musnah. Yang bisa menghantarkan pada keimanan yang bulat alias iman yang hakiki, iman yang lurus dan benar. Yang belum kumiliki. Keyakinan adalah kunci yang dibutuhkan oleh binatang berwujud manusia seperti aku yang dulu atau bahkan lebih mulia dari binantang ternak, saat aku masih tak mengenal aku. Dan terbawa arus deras kebebasan yang menghamba kepada isi kepala manusia, dan berlagak angkuh nan so...

Karomah Abah Guru Sekumpul, di Mata Salah Seorang Pemuka Agama Lain

KH. Muh Zaini Abd Ghani atau Guru Ijay atau Guru Sekumpul, penulis suka mendengar nama beliau dari para ustadz, para kyai yang berceramah maupun teman-teman yang sudah pernah berangkat ke Martapura Kalimantan Selatan. Yang lebih membuat terkesima ketika suatu hari penulis bertemu dan mendengar langsung tentang karomah beliau dari mantan pemuka agama lain sebelumnya berdomilisi di luar Kalimantan (kalau tidak salah ingat daerah Sumatera, Medan) yang masuk Islam karena mendapat hidayah selama 3 malam berturut-turut diberi mimpi diperlihatkan lafaz Allah dan Muhammad berputar-putar di kamar beliau, pertemuan penulis dan sebut saja mantan pemuka agama lain tersebut si fullan namanya, kurang lebih 10 tahun lalu. Saat diperlihatkan lafaz tersebut si fulan bingung dan mencoba mencari arti dari mimpi tersebut hingga beberapa waktu lamanya, hingga kemudian beliau mencari seorang kyai (pemuka agama islam) di kampung nya yang kebetulan kyai tersebut memimpin sebuah pondok pesantren, si fulan ...

Kisah Nyata: Berjuang Untuk Hidup Walau Usia Masih Sangat Belia

                                                 Ilustrasi Assalamu'alaikum........... Terdengar salam di sebuah warung pinggir jalan di daerah Pxxjxxm........ Wa'alaikum salam, si empunya warung menyahut dari dalam, ya dek masuk aja!,.....ada perlu apa ya?????..... Dengan sikap santun terlihat seorang gadis cilik masuk (usia sekitar 14-15 thn) sambil berkata: Maaf bu, saya mau tanya disini ada lowongan kerjaankah?........ Dengan mengamati wajah dan tubuh gadis cilik, si ibu yang punya warung menjawab; kamu mau kerja apa? Apa udah pernah kerja? Kamu tinggal dimana? Masih sekolah? Orangtuamu mana? Sederet pertanyaan dilontarkan ibu tersebut kepada gadis cilik didepannya karena rasa tidak percaya diusia yang sangat belia sudah mencari kerja. Gadis cilik: barangkali aja bu disini butuh tukang cuci piring, saya mau kok kerja kaya gtu, saya tinggal ga jauh ...

Aku Mau Jadi Pacar Kamu Selama 1 Bulan

Setelah aku menikah dan dikarunia 2 orang anak, hidupku bisa dibilang bahagia bersama keluarga kecil kami yang tinggal disebuah perumahan yang cukup ternama di kota kami (Penajam), hingga akhirnya........ Upsss lupa memperkenalkan diri sebut saja nama aku Tari (34 thn), aku hidup bersama suami Yunus (35 thn), dengan 2 orang anak Cika (5 thn) dan Ahmed (7 thn) dan ibu mertua. Ketika suatu hari entah tepatnya kapan aku lupa, datang seorang wanita cantik ke rumah kami yang ternyata sahabat suami aku bernama Indah (35 thn) ketika masih duduk dibangku SMA dan ternyata dia kenal dengan ibu mertua saya. Indah datang ke rumah kami dari daerah asalnya (Bandung) tinggal karena berniat mencari pekerjaan dan akhirnya dianjurkan oleh mertuaku sementara belum dapat pekerjaan agar tinggal di rumah kami......aku pun tidak berkeberatan atas usul ibu mertuaku tadi. Awalnya kedatangan Tari ke rumah kami boleh dikatakan biasa saja tanpa ada suatu kejadian yang special, rutinas suasana dirumah dari...

Curhatan Seorang Waria

Kisah ini bermula saat saya dan beberapa teman sedang menunggu jemputan dari saudara di stasiun Lempuyangan Yogyakarta 2 tahun yang lalu, karena mobil saudara lama gak nongol2 akhirnya kita tunggu di pinggir jalan dekat stasiun (yang pada akhirnya diketahui bahwa ternyata mobil saudara saya mogok gan) saat saya dan teman2 manyun nuggu jemputan tiba2 dari arah timur berjalan 2 orang waria yang dilihat dari umurnya sekitar 40 dan 45 tahunan gan, saat itu kami ber lima pada bergidik diliatin gan, cuma 1 temen ane aja yang suka selengekan yang berani negur, saat 2 waria itu melintas di depan ane 1 temen ane tuh negur gan "sis... bawa rokok gak?", karena merasa ada orang yang masih mau menegurnya 2 waria itu berhenti. sumpah jantung ane seolah juga ikutan berhenti gara2 ulah temen ane tuh gan Setelah memberi sepuntung rokok ama temen ane yang kampret tuh, satu waria yang wajahnya paling tua tuh mulai bertanya2 gan, dari mana asal kami,trus mau kemana, dan kenapa ada disitu? cum...

Kalau Sudah Tiada Baru Terasa

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri.Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ...

Bakti Seorang Anak

Sebuah renungan, untuk yang masih memiliki orang tua , Selagi Sempat, Berbaktilah Kepada Orang Tua Kita  Tadi sore… Di sebuah masjid di perumahan elit kota bogor “wan… Mau kemana… Gak makan makan dulu?” “lain kali aja… Udah sore… Pulang dulu… Sampai ktemu lagi ya… Salam buat keluarga” Saya lihat dia pergi tergesa gesa… Seseorang dari belakang saya berkata “gak usah aneh rief… Dia itu shubuh dan sore biasa mandiin ibu nya semenjak terkena stroke.. Gantiin dan bersihin pampers kalo pup dan ngajak jalan jalan setiap pagi biar kena sinar matahari… Padahal dia kaya… Nyewa perawat juga bisa… Tapi dia gak mau… Malah dia urus sendiri semuanya… Dia gak pernah mau ambil job yg bikin dia harus nginap ninggalin rumah… Padahal proyek-proyek besar banyak yg perluin dia… Sabar banget dia.” Saya tersenyum… Diantara sekian banyak orang yg lebih memilih memasukan orang tuanya ke panti jompo atau menyewa suster untuk merawat… Dia… Lebih memilih melakukannya sendiri… Bakti anak kepada or...

Kisah Si Penjual Soto

Sore itu sehabis pulang kantor, saya mampir di sebuah kedai Soto Ayam Madura di Jl.Raya Halim, Cililitan-Jakarta Timur...Saya memesan semangkok soto ayam dan duduk membaca koran menunggu macet yg belum juga terurai...maklum nasib karyawan yang pulang kerja selalu terjebak macet. Saya suka sekali makan soto apalagi di musim hujan begini hehehe.. . Seorang ibu setengah tua dengan 2 anaknya yang masih Balita dengan penampilan sederhana tiba-tiba masuk ke kedai, " Pak, berapa harga semangkok soto ?" tanya si ibu tersebut. . "10.000, Bu" jawab penjual soto sambil tersenyum... " Kedua anak saya sungguh ingin makan soto, tapi uang saya hanya ada 7000 rupiah, maaf pak apa bisa dibuat 2 porsi walau hanya kuah dan sedikit sohun, gak jadi masalah " tanya si ibu sedikit ragu-ragu... . " Oh, mari bu silakan duduk " kata bapak penjual soto.. lalu nggak sampai 5 menit,  tiga mangkok soto berukuran besar sudah dihidangkan di depan... . " Tap...

Kita Tak Pernah Tau, Dari Mulut Siapa Doa Kita Dikabulkan

Pernah waktu itu saya sedang makan di sebuah rumah makan di daerah Demangan Jogja. Pengunjung ramai sekali, sambil menunggu pesanan saya lihat sekeliling, eh ada kawan saya.. mbak Dosen Ekonomi UGM itu melambaikan tangan. Saya mendekati mejanya, ngobrol sebentar, terus kami melanjutkan makan di meja masing-masing. Dia pamit duluan, saya masih menyelesaikan sesuatu sampai 15 menit kemudian saya menuju kasir untuk membayar, ketika saya sudah mengeluarkan uang, kasir di depan saya ngomong: "Sudah dibayar mas oleh mbak yang duduk di meja sana tadi..." Saya bengong, rejeki nomploxx!! Sorenya ketika saya SMS dia mengucapkan terima kasih untuk traktirannya, dia hanya membalas singkat.. "Hehe.. Aku belum pernah nraktir dirimu kan mas.." Lain hari saya dengan istri sedang makan di sebuah rumah makan ramai di Jalan Kaliurang Jogja, ketika masuk lewat di antara meja-meja itu, laah ketemu sama kawan saya juga, suami istri pemilik bisnis rumah makan di seantero Jog...

Wejangan Sang Ibu, Carilah Hati Yang Indah

Suatu sore seorang anak gadis berkata kepada ibunya, "Ibu... Ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin seperti Ibu. Beritahukanlah aku caranya." Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang ibu menjawab demikian: "Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik. Untuk lesung di pipi, tebarkanlah senyum yang tulus kepada siapa pun. Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain. Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk sesamamu yang membutuhkan. Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang lain kepadamu. Untuk wajah yang bercahaya, bersihkanlah kotoran dalam batin." Sang ibu kembali berkata, "Anakku, janganlah mendambakan atau membanggakan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu. Kecantikan perilaku tidak akan pudar, walaupun oleh kematian. Janganlah berdandan berlebihan, karena itu hanya dilakukan oleh mereka yang tidak percaya diri.” Ia melanjutkan wejangan...

Bidadari Terakhir

Mungkin semua pembaca sudah tahu kisah di Kaskus tahun 2011 tentang kisah cinta seorang pelajar kelas III SMA dengan PSK Kota Balikpapan pada tahun 2010. Kisah itu mampu membuat banyak orang bersimpati. Kalau ada yang belum tahu, di sini akan saya kisahkan sedikit. Kenapa sedikit? Karena untuk lebih detil butuh waktu lama, makanya nanti saya sertakan link nya yang langsung menuju Kaskus di kolom kementar. Ok, ceritanya begini.. Rasya (nama samaran) suatu malam diajak oleh Adit (nama samaran) pergi ke tempat prostitusi. Sampai di sana, dia bertemu dengan PSK bernama Eva yang mencoba menggoda dirinya. Tapi karena Rasya anak baik-baik, dia tidak tergoda. Mereka berdua malah ngobrol. Dari situlah mereka mulai saling kenal. Eva curhat ke Rasya bahwa dia lagi butuh uang untuk biaya operasi ibunya yang sedang sakit, sementara ia sudah beberapa malam sepi pelanggan. Kemudian Rasya menawarkan bantuan sejumlah uang kepada Eva tapi tidak bisa malam itu karena Rasya tidak bawa duit. Rasya ...

Pak Maman, 40 Tahun Jadi Guru Honorer: Muridnya Ada yang Jadi Dokter Hingga Jenderal

Maman (75) masih setia dengan profesinya, guru honorer. Sudah sejak 1976 dia menjadi guru mengajar seni budaya, seni musik, dan seni rupa untuk siswa SMP. Bermula dari Bandung, pada 1976 dia ditawari jadi guru seni musik. Dahulu, Maman berprofesi menjual alat musik angklung ke sekolah. Karena kepiawaiannya dia diajak seorang guru menjadi guru seni musik. Akhirnya, setelah berpikir panjang dia menerima penawaran itu. Mulailah Maman mengajar seni musik. Empat tahun kemudian dia menikah dan pindah ke Bekasi. Di Bekasi, Maman melanjutkan jalan hidupnya menjadi guru, dengan mata pelajaran yang sama. Dia mengajar di SMP PGRI dan mulai tahun 90-an di SMPN 17 Bekasi. Kursi PNS tak pernah dia raih, karena usianya saat pembukaan pendaftaran PNS melewati syarat. Tapi, itu tak membuat Maman patah arang. Dia tetap mengajar membagi ilmu ke murid-muridnya, hingga kini sudah 40 tahun dan masih semangat mengajar. "Murid saya ada yang jadi dokter, ada juga yang sudah jadi Brigjen," j...

Gadis Yang Bernalar Di Hatinya

Cerpen Karangan:  Dey J  Kategori:  Cerpen Cinta Sedih  Lolos moderasi pada: 28 October 2016 Ini adalah kisah sahabatku… “Jeng, aku cinta padamu.” Cewek bernama Ajeng itu pun hanya tersenyum. “Mmm, oke. Lalu, apa yang kamu cintai dari diriku? Kecantikanku? Prestasiku? Tubuhku? Kemampuan dan bakat-bakatku? Atau, apa?” “Wah, pertanyaanmu merendahkan sekali, seakan-akan yang kucintai dari dirimu hanya keindahan tubuhmu atau bakat-bakatmu,” candaku, walau dalam hati kuakui bahwa kelebihan-kelebihan itu juga yang membuatku jatuh cinta padanya. “Lalu apa?” “Yang kucintai? Ya, kamu itu, seorang Ajeng seutuhnya, beserta seluruh kelebihan dan kekurangannya.” Ia tertawa, “Wah, jawabanmu itu tinggi sekali.” Lalu, dengan sedikit menggoda, ia kembali bertanya, “Mmm, memangnya, apa saja kekuranganku yang kamu tahu?” “Eh, ngg, apa ya? Mmm…” “Lho, kok bingung? Kalau tidak tahu apa saja kekuranganku, bagaimana kamu bisa mencintaiku seutuhnya, seperti yang kamu bilang ta...