Langsung ke konten utama

Infrastruktur Rumit Bukan Prestasi, Biang Sekulerisme


Oleh : Faizah Rukmini,S.Pd
(Pemerhati Sosial Politik & Keluarga)

Di Era Milenial ini tidak dipungkiri bahwa pembangunan infrastruktur mengalami peningkatan yang signifikan. Di Indonesia beberapa kota besar memiliki infrastruktur yang memadai seperti jalan tol,kereta api, bandara. Bahkan beberapa program ebangunan infrastruktur sedang digalakkan dan akan dibangun di beberapa wilayah.
Di Penajam Paser Utara, Pemerintah melakukan proyek kerja sama dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan.

Walaupun terkesan terjadi peningkatan infrastruktur, disisi lain ternyata kondisi negeri ini sedang sekarat akibat hutang.
Dilansir Jakarta, CNN Indonesia -- Utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Jumlahnya terus meroket dari tahun ke tahun, bahkan mencapai ribuan triliun.
Berdasarkan data Kementerian BUMN, jumlah utang perusahaan-perusahaan pelat merah per September (unaudited)mencapai Rp5.271 triliun per September 2018. Jumlah utang tersebut mencakup Dana Pihak Ketiga (DPK) bank BUMN. Di luar DPK, jumlahnya mencapai Rp2.994 triliun.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bengkaknya utang BUMN di era Jokowi terjadi karena dua hal, yaitu penugasan dan tekanan nilai tukar rupiah.
Dari sisi penugasan, target pembangunan infrastruktur menjadi salah satu biang keladi suburnya pertumbuhan utang perusahaan-perusahaan milik negara. Tengoklah beban pembangunan yang kini harus ditanggung para BUMN karya, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, hingga PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Infrastruktur semata, bukan prestasi. Dibalik pembangunan infrastruktur ternyata negeri ini dilanda krisis dan penjajahan di berbagai bidang. Pembangunan infrastruktr Negara dijajah dengan hutang asing yang meroket berkepanjangan.
Pembangunan infrastuktru ternyata menjadi jalan mulus bagi kapital yang bersekongkol dengan penguasa untuk memeras rakyat.
Infrastruktur diberbagai daerah harus memungut bayaran sangat tinggi, agar dapat menggunakan fasilitasnya. Hal ini dirasakan oleh rakyat seperti Tarif tol ,Tarif bandara, biaya tiket dan lainnya. Rakyat pun dibebani pajak yang bervariasi.
Lantak apakah dengan kondisi kepemimpinan seperti ini memberikan pelayanan dan kemudahan bagi rakyat?
Tentu tidak, justru kebijakan
-kebijakan pemerintah yang
Pro terhadap sistem Sekuler -kapitalis menjadikan seluruh fasilitas untuk rakyat sebagai jalan untuk meraih keuntungan.

Inilah akar persoalan dinegeri kaum muslimin. Penerapan  ideologi sekuler (pemisahan agama dari lehidupan)
Menjadikan standar dalam pengurusan ummat bukanlah kemaslahatan ummat akan tetapi demi keuntungan para pemilik modal kapitalis. Penguasa bersekongkol dengan para kapitalis demi menguasai dan menjadikan berbagai infrastruktur sebagai lahan mengeruk harta ummat. Siapa yang dapat merasakan manfaat dari infrastruktur yang ada? Dominasi para kapitalislah yang merasakannya.
Disisi lain Ummat pun merasakan efek dari penerapan sistem sekuler kapitalis disegala bidang tampak kedzaliman yang nyata, kapitalisasi kebijakan sektor kesehatan, SDAE, pendidikan, di bidang infrastruktur rakyat harus membayar mahal agar bisa menikmati infrastruktur yang baik. Dan kebijakan dzalim laimnya yang kini membuat ummat jenuh.

Bagaimana islam memandang infrastruktur?
Infrasktruktur dalam islam berorientasi pada riayah syuunil Ummah mengurusi berbagai kemaslahatan ummat. Kehadiran Infrastruktur sebagainsarana fisik dalam rangka memberikan kemudahan bagi ummat dalam melaksanakan berbagai amal perbuatan dalam rangka ibadah kepada Allah.
Dalam Pembangunan infrastruktur,islam telah menetapkan bahwa penguasa memiliki peran utama dalam menjamin ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur tanpa menyulitkan rakyat.
Abu Hurairah berkata bahwa
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melepaskan kesusahan duniawi seorang Muslim, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.” (HR Muslim).
Bagaimana Islam membangun Infrastruktur?
Pembangunan Infratruktur Sesuai dengan Kebutuhan Ummat
Pada masa kepemimpinan islam,  Kekhalifahan Umar Bin Khattab. Pembangunan infrastruktur merupakan hal yang wajib dipenuhi oleh penguasa. Khalifah Umar Bin Khattab menggali sungai demi keberlangsungan aktifitas perdagangan ummat.
Al-Faruq menginstruksikan Gubernur Mesir Amru bin Ash untuk menggali kembali sungai itu. Amru bin Ash pun menggali kembali sungai tersebut sehingga memudahkan jalan antara Hijaz dan Fusthath, ibukota Mesir kala itu. Aktivitas perdagangan di antara kedua lautan itu pun kembali semarak sehingga bisa membawa kesejahteraan. Di areal sungai ini terdapat berbagai tempat wisata, permadani dan tempat persinggahan yang diberi nama Khalij Amirul Mukminin oleh Amru. (MuslimahNews.Id)
Dari pembangunan infrastruktur tersebut maka aktifitas pendagangan pun berjalan dan mensejahterakan rakyat.
Infrastrukur adalah kebutuhan ummat yang menjamin keamanan dan kemudahan ummat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Maka infrastruktur dibangun bukan demi kepentingan kapital. Tapi karena memang menjadi kebutuhan ummat. Sehingga dalam pelayanannya negara dalam islam memberi keamanan dan kemudahan tanpa harus membayar mahal penggunaan infrastruktur.

Kepemilikan dan pengelolaan Infrastruktur
Sebagai agama paripurna Islam telah mengatur bagaimana kepemilikan dan pengelolaan infrastruktur, Infrastruktur merupakan kepemilikan negara yang dibuat dengan penuh tanggung jawab kepada Allah sebagai kewajiban negara meriayah (mengurus rakyat) dan demi kemuliaan Islam, sehingga negara berkewajiban mengelola, menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang memadai. Negara akan menyediakan infrastruktur yang aman, memudahkan tanpa menyusahkan rakyat. Bukan kepemilikan pengusaha atau kapital yang menjadikan pengelolaan infrastruktur sebagai lahan menggali keuntungan sebesar-besarnya dari rakyat dengan biaya memberatkan.
Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur
Pembiayaan Infrastruktur dalam islam bukan dari hutang. Namun dalam Islam terdapat Baitul Mal yang akan menyediakan berbagai keperluan biaya dalam membangun infrastruktur.  Sumber keuangan negara dalam Islam diperoleh dari hasil pengelolaan SDAE , Fai, Kharaj dan sumber lainya yang dibenarkan syariat Islam. Negara haram hukumnya mengambil hutang luar negeri dalam pembangunan infrastruktur negaranya. Agar terjaga dari intervensi asing dan para kapital. Negara akan memberikan upah/menyewa bagi tenaga kerja yang akan bekerja membangun infrastruktur dengan layak.

Beginilah islam sebagai sebuah ideologi mengatur infrastruktur sebuah Negara. Penerapan sistem Islam hanya akan diterapkan oleh sebuah negara yang menjadikan Aqidah Islam sebagai Landasannya yakni Khilafah Islamiyah Ala Minhajjin Nubuwwah. Sehingga sudah menjadi kewajiban bagi tiap ummat untuk kembali menerapkan sistem islam dalam seluruh aspek kehidupan, Individu, Masyarakat hingga Negara. Inilah yang akan memberikan kesejahteraan dan kemuliaan bagi Islam serta Ummat Islam.

Wallahu a'lam bis shawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT. STN Gelar Tabligh Akbar, Mendatangkan Penceramah Kondang

Babulu - Ada sosok dai yang belakangan begitu dinanti kedatangannya, dai yang sebelumnya dikenal sebagai Ustad Gaul, kini menjelma jadi dai sejuta umat. Tidak lagi hanya kawasan timur dan tengah Pulau Jawa, tapi kini sudah merambah kawasan lain di luar Pulau Jawa. KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur ini bukan kali pertama menginjak bumi Borneo Kabupaten Penajam Paser Utara, kehadiran Ustad gaul KH. Anwar Zahid kali ini di Kabupaten Penajam Paser Utara untuk yang kesekian kali nya yaitu hari Rabu, 9/8/2017, Pukul 20:30 Wita. Ceramah-ceramahnya di youtube ditonton tidak hanya ribuan tapi hingga ratusan ribu, isi ceramahnya yang berisi, namun disampaikan dengan bahasa sederhana, lucu, dan merakyat. Singkat kata, dia jadi idola baru. PT STN atau Sukses Tani Nusasubur adalah sebuah perusahaan sawit anak perusahaan PT. Astra Agro yang beroperasi di bidang perkebunan kelapa sawit di Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara. Dalam rangka Tabligh Akbar, ...

KESEJAHTERAAN GURU DENGAN ZONASI GURU DAN P3K SOLUSIKAH?

Penulis: Desi Noviyanti (Guru Bimbingan dan konseling) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), belum berencana mengusulkan formasi perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan sebagai pengganti pegawai honorer kepada pemerintah pusat.Hal ini disebabkan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan atau BKPP Kabupaten Penajam Paser Utara belum mengusulkan formasi perekrutan P3K untuk tahap dua. Pendaftaran perekrutan pegawai pemerintah dangan perjanjian kerja tahap dua rencanannya dibuka April setelah pelaksanaan Pemilihan Umum atau Pemilu 2019. Pemkab PPU mewacanakan menyusun formulasi untuk P3K hal ini dilatar belakangin dengan terbitnya peraturan pemrintah (PP) No. 49 tahun 2018 tentang manajemen P3K pada 22 November lalu, dan dalam pasal 4 dijelaskan setiap instansi pemerintahan wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan P3K berdasarkan analisis beban kerja. Namun alih-alih menjadi solusi, hal ini...

Torehkan Sejarah, Merah Putih Raksasa Berkibar di Pantai Corong

Penajam - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28/10/2017 telah terjadi pemecahan Rekor Dunia RHR (Record Holders Republic) di Pantai Corong Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ribuan masyarakat Penajam Paser Utara tumpah ruah memadati Pantai Corong, bahkan mereka rela berjalan kaki hingga satu kilometer lebih demi menyaksikan momen bersejarah ini, karena posisi parkiran roda dua dan roda empat dikondisikan jauh dari lokasi pengibaran. Kibar bendera kebangsaan ini berukuran 1000m2 dengan ketinggian menara bambu 100 meter. Memecahkan rekor dunia sebelumnya di Kota Balikpapan dengan ketinggian menara bambu 70 meter. Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Penajam Paser Utara Sudirman mengatakan, hingga tadi malam Pukul 00.00 Wita ketinggian menara fix 100 meter, selama masa pengerjaan 18 hari. Tentunya banyak suka duka dalam persiapan ini. Alhamdulillah lelah adek-adek terbayarkan hari ini, kegiatan berjalan lancar," ujarnya di Pantai Corong Sabtu (...