Langsung ke konten utama

Postingan

ERA ROBOT PINTAR DAN KETAHANAN PANGAN ALA KAPITALIS

Oleh : Murni Arpani (Aktivis Muslimah) Barat sadar betul, untuk menguasai suatu negara mereka perlu menguasi ketahanan pangannya. Inilah yang terjadi sekarang, Indonesia makin buruk ketahanan pangannya. Di samping adanya Revolusi Industri generasi ke empat yang memicu diresmikannya grand design Making Indonesia 4.0. Dimana belantika perpolitikan negeri hari-hari mendatang akan melaju pada satu tujuan yang terdikte dari dunia Barat. Tentu saja, hal ini sejalan dengan kerangka pengawalan Indonesia mewujudkan cita-cita kemoderatan desain dari Barat. Sebagai bukti, BPS merilis data hingga tahun 2018 ini, luas lahan pertanian tinggal 7,1 juta hektar dari 7,75 juta hektar pada tahun 2017. Bandingkan pada tahun 1990 diketahui luas lahan baku sawah nasional 8,48 juta hektar. Sepuluh tahun berselang luasnya turun ke level 8,15 juta hektar. Penyebab utama penyusutan lahan tak lain adalah alih fungsi untuk tujuan non pertanian. Baik pembangunan infrastruktur, industrialisasi, perumahan, sar...

JANGAN SALAHKAN POLIGAMI

Penajam, 1 Januari 2019 Oleh: Desi Nofianti S,Pd (Guru Bimbingan) Poligami adalah hal yang mubah artinya boleh-boleh saja tidak ada larangan atau paksaan bagi seseorang laki-laki untuk menikah, asal sesuai syariat Allah,  dalam Alquran: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil(1), Maka (kawinilah) seorang saja(2), atau budak-budak yang kamu miliki(3). yang demikian itu adalah lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim” (QS: Annisa:3). Seorang Muslim dibatasi hanya boleh beristeri maksimal empat orang saja, tidak boleh lebih dari itu. Dalam ayat tersebut juga  bahwa tidak mungkin untuk menjadi adil diantara perempuan, tidak ada kecenderungan, tidak atau penututanan hak mereka. Jadi, adil itu dibutuhkan, tetapi tidak mungkin ketika menyangkut cinta dan hubungan su...

Rezim Dzalim Tidak Adil ; Bukan Poligami

Oleh : Faizah Rukmini., S.Pd (Member Akademi Menulis Kreatif) Selalu Ramai diperbincangkan tentang Poligami, berbagai komentar dan sikap pun muncul dari pro poligami hingga kontra poligami. Perlu sudut pandang yang benar ketika membahas poligami. Bukan akal-akal dan hawa nafsu atau sekedar data-data ketidakadilan yang di tuduhkan akibat poligami. Seperti pernyataan salah satu partai sekuler yang menolak poligami dan menstigma negatif poligami sebagai penyebab ketidakadilan bagi perempuan, bahkan lancang menyatakan poligami bukan ajaran Islam. Sebagai muslim tentu sudut pandang pembahasan poligami harus dikembalikan kepada dalil-dalil nash syari. Sebagaimana Poligami telah dijelaskan Dalam Al Quran . فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا "maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kem...

Sosok Bhabinkamtibmas Kelurahan Waru Ini, Kerap Menuai Pujian Warganet

Waru, Kabar Terkini - Selain tugasnya sebagai seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kepolisian Sektor Waru, Penajam Paser Utara, Bripka Suradi juga tidak jarang melakukan kegiatan kemanusiaan. Seperti yang dilakukannya kali ini, Suradi membantu warga RT 05, Kelurahan Waru menderita stroke, ia lakukan pada hari Selasa, 25/12/2018 pagi, dengan membopong warga binaannya yang hendak menjalankan ibadah di gereja GPDI Imanuel, Waru. Ini sebuah pemandangan yang bukan kali pertama dilakukan oleh Suradi, terlihat ada seorang polisi berpangkat Bripka menggendong orang yang mengalami sakit. Dirinya menuturkan, jika mencintai perbedaan itu adalah sebuah perdamaaian maka menolong dalam kebaikan untuk kemanusia tentunya Tuhan juga mencintai Umat nya dalam sebuah kedamaian," tutur Suradi. Jangan berlebihanlah, soal kemanusiaan ini sebenarnya bukan anggota kepolisian saja tetapi masyarakat juga lebih banyak melakukan hal yang sama, hanya saja ...

Slamet Pamuji; Koramil Babulu Siap Amankan Misa Natal

Babulu, Penajam Terkini - Jelang misa Natal pada Senin (24/12/2018), sejumlah persiapan dilakukan oleh Koramil 0913-03/Babulu Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara Kaltim. Untuk memberikan keamanan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah, Senin 24/12/2018. Pengamanan kita malam misa (24) ini kita turunkan 9 personil dari Anggota Koramil 0913-03/Babulu di bagi Dua Gereja yang ada di Kecamatan Babulu," ungkap Kapten Inf. Slamet Pamuji Danramil 0913-03/Babulu, kepada Penajam terkini. Kapten Inf. Slamet Pamuji juga menjelaskan, dua gereja semua dijaga pihak keamanan dibantu instansi terkait, termasuk dari pihak Kepolisian Sektor Babulu, Satuan Polisi Pamong Praja (Salpol PP). Ada 4 Gereja di Kecamatan Babulu, namun hanya 2 gereja yang di gunakan untuk misa dan ibadah yakni 1 . Gereja katolik Desa Sumber Sari, di pimpin oleh Pendeta Emmanuel  Lajar 2. Gereja Agafe Desa Gunung Mulia, di pimpin oleh Pendeta Aneje," terangnya Lebih lanjut, untuk gereja ya...

Legalisasi Kesyirikan Melalui Pariwisata

Oleh: Fath Astri Damayanti, S.Si (Pemerhati Lingkungan dan Politik) Pariwisata saat ini menjadi salah satu sektor yang dikembangkan di setiap daerah hingga ke tingkat Kabupaten. Pasalnya pariwisata dianggap mampu menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) selain pajak dan retribusi. Dengan adanya pariwisata akan membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar, baik dari penginapan, penjualan makanna dan minuman, souvenir khas daerah, dan fasilitas lainnya. Maka tak heran di setiap daerah akhirnya menggenjot agar pariwisata digalakkan, anggaran disediakan untuk mengelola pariwisata termasuk sarana, fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung pariwisata. Dinas terkait pun diberdayakan untuk melakukan promosi dan bertanggungjawab terhadap pengelolaan pariwisata. Hanya saja yang perlu menjadi perhatian adalah, ketika pariwisata tersebut mengarah kepada animisme-dinamisme (kesyirikan). Tak sedikit pariwisata di Indonesia terkait dengan praktik tersebut, sebagian besar berupa larung sesa...

Eksistensi Orang Batak di PPU, Menjunjung Tinggi Adat Istiadat Lokal

Waru, PenajamTerkini - Orang Batak di perantauan (parserahan) dalam pergaulan kehidupannya pastilah mencari orang Batak, sekalipun berbeda marga. Ikatan budaya dan adat serta karakter menjadi pengikat atas kerinduan tersebut, "mangkuling do mudar" hubungan darah sesama orang Batak pasti berbicara dalam hal ini. Jika sudah bertemu dalam satu wilayah, beberapa orang Batak maka akan segera membuat komunitas/kumpulan (parsadaan) adat dan budaya. Jika komunitas ini semakin berkembang di mana pendatang baru semakin banyak dan beragam marganya, maka perlahan akan muncul komunitas klan besar marga dan selanjutnya hingga muncullah komunitas marga, sub marga (punguan saompu). Itulah cikal bakal adanya kumpulan marga (punguan marga) hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Ikatan marga (samudar/sedarah), adat budaya dan melankolisme bona pasogit menjadi pengikat dalam kumpulan ini. Seperti Punguan "Dia Toha" Penajam Paser Utara Berdiri 1996, yang di ketuai saat ini ole...