Langsung ke konten utama

Postingan

Panduan Sukses Jadi Admin Sosmed Publik.

PenajamTerkini - Siapa sih yang nggak ingin jadi admin sosial media seperti facebook, instagram, twitter, youtube, di era serba digital saat ini menjadi seorang admin sosmed sangat diinginkan berbagai kalangan tua maupun muda. Alasannya, terkadang orang berfikir menjadi admin menuai ketenaran, bisa memperoleh uang/penghasilan yang banyak bahkan ada yang berfikir bisa dekat dengan para pejabat, tidak semua pemikiran itu benar malahan dengan jadi seorang admin post- post kita di sorot orang banyak yang berimbas kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal dalam arti berurusan dengan aparat penegak hukum. Hal ini berdasarkan pengalaman saya menjadi admin media sosial sejak tahun 2011 silam, bermuara karena hobi berselancar di dunia maya dan atas dasar keingininan memberikan ruang informasi yang murah, efektif dan efisien kepada masyarakat. Tentunya ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan jika ingin menjadi admin yang populer dan melekat dihati masyarakat, antara lain: 1. Te...

ODOJ PPU: Menggenggam Hati Menuju Jannati

Oleh: Rohana, S.Pd.I (Guru SDIT Nurul Hikmah & Penulis) Saat ini kalangan remaja sudah lebih “Berani” mempertontonkan ala pacaran mereka. Mereka dengan berani mempertontonkan kemesraan mereka ditempat umum. Tidak ada sedikit pun perasaan malu dihati mereka atas aksi tersebut, bahkan lebih dari pada itu, hingga pada akhirnya banyak di antara mereka yang harus putus sekolah akibat ulah perbuatan mereka sendiri. Lebih parahnya lagi, banyak remaja yang stres dan memilih mengakhiri hidupnya akibat diputusin oleh sang kekasih. Jika seperti ini siapa yang akan rugi? Yah, tentu diri mereka sendiri terutama orang tuanya. Pacaran itu sebenarnya tidak ada manfaatnya, justru hanya akan membuat para remaja “Rugi.” Bukan hanya sekedar rugi waktu, akan tetapi juga rugi materi. Coba kalian pikirkan, mereka selalu menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran, mereka melalaikan waktu belajar hanya untuk pacaran. Bukan hanya itu saja, mereka juga rugi materi karena harus traktirin sang pacar,...

Cengkeraman Neoliberalisme Di Indonesia, Melahirkan Pejabat Anti Rakyat

                                     Foto: Ilustrasi (Fatimah Az-Zahra.S.E.I, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik) Neoliberalisme adalah paham yang menghendaki pengurangan peran negara dibidang ekonomi. Karena negara dianggap sebagai penghambat utama penguasaan ekonomi oleh individu, Swasta atau Korporat (perusahaan). Neoliberalisme merupakan formulasi terbaru untuk mengekspolitasi secara besar-besaran atas seluruh kekayaan yang dimiliki oleh bangsa ini melalui Privatisasi Sector Public, Liberalisasi, perdagangan pasar bebas, pencabutan subsidi negara guna menyerahakan pada harga pasar dunia. Maka dampak dari Neoliberalisme ini adalah pencabutan subsidi secara massal yang berakibat naiknya BBM, naiknya tariff TOL, naiknya tarif dasar listrik, hingga naiknya tarif gas elpiji dan harga-harga kebutuhan pokok lainnya ikut meroket naik yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Ini ...

Akses Jalan Usaha Tani Butuh Perhatian

Waru  - Jalan usaha tani RT 03 Kelurahan Waru Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara hingga saat ini hanya mengandalkan swadaya dan gotong royong, belum ada lagi peningkatan pembangunan. Akibatnya jalan sepanjang sekitar 800 meter tersebut kondisinya rusak parah. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama bagi para petani untuk mengangkut hasil pertanian. Sungep Ketua Kelompok tani Karya Usaha saat di temui menuturkan“Terakhir jalan ini dibangun kalau tidak salah tahun 2007-2008, hingga sekarang belum ada lagi, jadi setiap habis panen ya seperti ini, swadaya untuk pembelian material batu pecah, kemudian gotong royong” terang Sungep. Jumat 6/7/2018 Lebih lanjut ada 27 Ha lahan sawah di Kelompok Karya Usaha dan 42 Anggota, belum lagi Kelompok yang lain, kebetulan tidak ada hadir saat ini. 27 Ha  pertanian produktif, rata-rata dua kali panen dalam setahun, seperti saat ini  panen yang bertepatan dengan musim hujan, petani tak bisa langsung membawa hasil panen m...

Beras Sachet Bukan Solusi..!!

Fatimah Az-Zahra.S.E.I, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik) Pemerintah melalui lembaga Bulognya meluncurkan produk terbaru yakni beras dengan kemasan sachet. Berat sachet-an dengan berat 200 gram ini akan dijual oleh Perum Bulog dengan harga Rp 2.500 di koprasi hingga ritel di berbagai daerah di Indoneisa. Menurut Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso latar belakang menjual beras dengan ukuran sachet 200 gram untuk menjamin ketersediaan beras kepada masyarakat. (Detik.Com). Secara hitungan matematika-ekonomi, harga beras sachet-an justru jauh lebih mahal dari pada harga beras yang dijual per kg. Jika harga per 200 gram adalah Rp 2500 maka untuk mendapatkan 1 kg beras rakyat harus membayar 12.500. sementara harga beras di pasaran masih bisa kita dapatkan dengan harga sekitar Rp 10.000/Kg. Inilah yang sangat disayangkan, kebutuhan vital semacam beras jangan dikomersialiasai secara serakah, apalagi masyarakat Indonesia sedang kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga set...

Sensasi Kemenangan Yang Sempurna

(Fatimah Az-Zahra.S.E.I, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik) Ramadhan telah berlalu berganti menjadi syawal yang masih dalam genggaman kita, rasa suka cita pun berpadu dalam dada karena kemenangan bagi umat islam di seluruh pelosok bumi baru saja dilewati. Persiapan sudah digalakkan untuk menyambut hari kemenangan, mulai dari aneka kue kering, buras,opor ayam,ketupat, coto makasar, hingga busana muslim terbaik yang menjadi pilihan untuk menemani persatuan umat islam di momen idul fitri. Tabuhan beduk berlomba dalam lantunan takbir memuja Allah dan Rosulnya menggema diseluruh toa masjid di nusantara sebagai tanda bahwa kaum muslim telah menyongsong hari kemenangan hari bersejarah hari besar umat islam. 1 syawal itulah hari raya idul fitri 1439H. taqoballallahu minal waminkum shiyamana wa shiyamakum taqobal ya karim minal aidzin wal faidzin. Kalimat sakral terdengar menjadi kesadaran umum bahwa di momen special idul fitri adalah hari maaf-memaafkan. Keangkuhan yang dibalut der...

Salah Kelola Harta Berujung Kebinasaan

Oleh : Faizah Rukmini, S.Pd (Pengamat Sosial & Politik) Pada saat penaklukan Irak, kaum muslimin mendapatkan harta ghanimah (harta rampasan perang). Kemudian harta itu didatangkan kepada Khalifah Umar Bin Khattab. Pengurus Baitul Maal berkata," Biar aku masukkan ke Baitul Maal". Uman berkata , "Jangan. Demi Allah, harta itu tidak ditempatkan dibawah atap sebuah rumah pun hingga aku membagikannya". Harta itu kemuvdian diletakkan di masjid dan dijaga oleh beberapa sahabat. Saat para sahabat melihat tumpukan harta, belum pernah mereka melihat pemandangan harta sebanyak itu. Mereka melihat emas, permata,Zamrud dan mutiara saling berkilauan. Dengan harta yang melimpah itu, para sahabat beryukur dan bergembira. Namun berbeda dengan Khalifah Umar bin Khattab, beliau berkata "Aku, demi Allah, tidak sependapat dengan pendapatmu. Akan tetapi, tidaklah ini terjadi pada suatu kaum, kecuali keburukan mereka akan terjadi diantara mereka". Kemudian...